Rencana Strategis

 

RENCANA STRATEGI JANGKA WAKTU 4 TAHUN

SMA NEGERI 9 BOGOR

TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SAMPAI 2011/2012

 

A.    Latar Belakang

Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mampu mewujudkan harapan masyarakat, mengembangkan potensi peserta menjadi kemampuan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Mutu pendidikan menjadi barometer derajat kemajuan yang memposisikan martabat suatu bangsa.

Bangsa Indonesia Merancang Sistem Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 yang berfungsi untuk “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”, bertujuan untuk ”mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Implementasi dari undang-udang sistem pendidikan nasional ini dijabarkan secara rinci ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan kepada penyelenggara pendidikan tentang perlunya disusun dan dilaksanakannya delapan standar nasional pendidikan, yaitu: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pendidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Dikaitkan dengan sekolah sebagai wahana penyelenggara pendidikan maka Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan semua perangkat peraturan implementasi yang menyertainya diharapkan mampu menjadi pedoman untuk setiap sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, sehingga harapan bangsa Indonesia yang diformulasikan dalam tujuan pendidikan nasional dapat menjelma menjadi kemampuan bangsa Indonesia untuk mengatasi berbagai kebutuhan hidup dan memposisikan martabat bangsa Indonesia pada derajat yang tinggi.

Untuk itu, disusunnya Rencana Strategis 4 tahunan SMA Negeri 9 Bogor ini diharapakan mampu menjadi pedoman dalam menyusun program untuk mewujudkan SMA Negeri 9 Bogor menjadi penyelenggara pendidikan yang bermutu, dan menjelma menjadi sekolah yang mampu membentuk lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, dan berakhlak mulia.

 

B.     Landasan Hukum

1.      Undang-Undang Dasar 1945

2.      Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

3.      Undang-UNdang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

4.      Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

5.      Permen Diknas RI No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

6.      Permen Diknas RI No 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

7.      Permen Diknas RI No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permen Diknas RI No. 22, 23 tahun 2006

8.      Permendiknas RI No. 63 / 2009 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan

 

C.    Tujuan Pendidikan Nasional

Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

D.    Visi  Pendidikan Nasional

Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua Warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

 

E.     Misi Pendidikan Nasional

1.      mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;

2.      membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak b angsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;

3.      meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;

4.      meningkatkan keprofesionalan dan akunt abilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan

5.      memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Idonesia.

 

F.     Tujuan Sekolah Menengah Atas

 

Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut .

 

G.    Visi SMA Negeri 9 Bogor

Sekolah sebagai wahana pembentukan lulusan yang bertakwa, cerdas dan berakhlak mulia

 

H.    Misi SMA Negeri 9 Bogor

1.      Membentuk lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2.      Membentuk lulusan yang cerdas mengatasi segala tantangan jaman

3.      Membentuk lulusan yang berakhlak mulia

 

I.       Strategi SMA Negeri 9 Bogor

1.      Mengembangkan  budaya sekolah yang bernuansa keimanan dan ketakwaan

2.      Mengembangkan profesionalisme guru

3.      Mengembangkan kurikulum dan mengoptimalkan pelaksanaannya

4.      Mengembangkan kemampuan akademik siswa

5.      Mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar

6.      Mengembangkan sarana pembelajaran

7.      Mengembangkan sistem pelaksanaan ekstrakurikuler

8.      Mengembangkan keterampilan khusus siswa

9.      Menerapkan kehidupan nyata yang ada dimasyarakat ke dalam lingkungan sekolah

10.  Mengembangkan budaya kompetitif-kooperatif dilingkungan sekolah

11.  Mengembangkan sistem pembelajaran berwawasan lingkungan

12.  Mengembangkan sistem jaringan informasi global

13.  Mengembangkan jaringan kerjasama dengan masyarakat dan berbagai instansi

14.  Mengembangkan sumber daya manusia di  bidang tata usaha

15.  Mengoptimalkan pengelolaan keuangan sekolah

16.  Mengembangkan budaya mutu

17.  Mengembangkan sikap keteladanan dan menjunjung tinggi akuntabilitas public

 

 

 

J.      Tujuan SMA Negeri 9 Bogor :

1.      Membina dan meningkatkan Keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Indikator keberhasilan pada pesera didik

a.    Melaksanakan shalat wajib dan shalat sunat

b.   Dapat membaca Al Quran dan doa-doa dengan baik

c.    Berpakaian sopan dan menutup aurat

d.   Berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan

e.    Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan

f.    Menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya

g.   Membiasakan senyum, salam, sapa, dan mengucapkan terima kasih

 

2.      Membina dan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang unggul, cerdas, berpengetahuan luas, terampil, dan berakhlak mulia.

Indikator keberhasilan pada peserta didik :

a.    Meningkatnya nilai setiap peserta didik untuk setiap mata pelajaran melampaui batas KKM secara maksimal

b.   Mencapai kelulusan 100% dan mencapai nilai rata-rata kelulusan diatas 7.5 untuk setiap mata pelajaran

c.    Meningkatnya peserta didik yang diterima di perguruan tinggi sesuai dengan minat dan pilihannya

d.   Meningkatnya peserta didik yang melanjutkan ke perguruan tinggi

e.    Meningkatnya hasil kejuaraan pada semua bidang yang diperoleh peserta didik pada tingkat kabupaten/kota, propinsi dan tingkat nasional

f.    Menurunnya tingkat ketidak hadiran peserta didik dalam setiap kegiatan belajar.

 

3.      Membina dan membangun kepribadian peserta didik agar menjadi manusia yang berkarakter.

Indikator pada peserta didik :

a.    Meningkatnya rasa percaya pada setiap peserta didik

b.   Meningkatnya kepatuhan peserta didik dalam melaksanakan peraturan dan norma yang berlaku di keluarga, di sekolah, di masyarakat dan di Negara

c.    Terhindarnya peserta didik dari masalah perkelahian, tawuran, penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang, penyimpangan perilaku dan pelecehan seksual, serta tidak menjadi anggota organisasi terlarang atau sesat.

d.   Meningkatnya keikutsertaan peserta didik dalam berbagai kegiatan kesiswaa.

e.    Meningkatnya kerukunan, keharmonisan, dan kegotongroyongan antar peserta didik di lingkungan sekolah

f.     Terwujudnya budaya senyum, salam, dan sapa dilingkungan sekolah

g.   Terwujudnya budaya bersih, budaya jujur, dan budaya ramah lingkungan

h.   Meningkatnya kedisiplinan peserta didik

 

4.      Menyusun dan mengembangkan kurikulum SMA Negeri 9 Bogor yang mencakup standar isi dan mencerminkan pengembangan kompetensi peserta didik.

Indikator pengembangan pada dokumen :

a.    Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepetingan peserta didik dan lingkungannya

b.   Beragam dan terpadu

c.    Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

d.   Relevan dengan kebutuhan kehidupan

e.    Menyeluruh dan berkesinambungan

f.    Belajar sepanjang hayat

g.   Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah

 

5.       Meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik

 

Indikator peningkatan kompetensi SDM:

a.    Meningkatnya kompetensi guru dan tenaga kependidikan sesuai standar nasional

b.    Meningkatnya pemanfaatan sumbar belajar yang tersedia.

 

6.       Meningkatkan kualitas, ketersediaan, dan pemberdayaan sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung peningkatan kompetensi peserta didik

 

Indikator ketersediaan dan pemberdayaan sarana dan prasarana pendidikan

a.     Bertambahnya ruangan kelas sesuai dengan jumlah rombongan belajar

b.    Memiliki perpustakaan yang memenuhi standar nasional dan berbasis ICT

c.     Memiliki laboratorium Fisika, kimia, dan biologi yang berstandar nasional

d.    Bertambahnya computer siswa dan jaringan internet sesuai kebutuhan

e.     Bertambahnya ruangan, bahan, dan alat-alat belajar sesuai standar nasional;

f.     Meningkatnya pemberdayan ruangan, alat-alat dan bahan pembelajaran

 

 

 

 

7.       Menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif untuk mendukung peningkatan kinerja dan peningkatan kompetensi peserta didik

 

Indikator peningkatan mutu pada lingkungan :

a.     Terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat

b.     Terciptanya suasana kerja yang nyaman dan suasana kekeluargaan

c.     Terciptanya lingkungan sekolah yang hijau

d.    Terciptanya lingkungan sekolah yang ramah

e.     Terciptanya suasana kekeluargaan antar warga sekolah

 

K.    Metode Pendekatan dan Hasil Analisis

Metode yang digunakan dalam menyusun rencana strategis jangka panjang untuk pengembangan sekolah ini adalah analisis kualitatif dengan pendekatan SWOT (Strengths-Weaknesses-Oppurtunities-Threats)

Hasil Analisis :

1.      Strength/kekuatan

Berbagai kekuatan yang dimiliki untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan prestasi peserta didik, yakni:

a.     Guru sudah menjalankan kewajiban pokok agamanya masing-masing;

b.    Semua guru telah berpendidikan sarjana (S1);

c.     Guru memiliki semangat untuk meningkatkan kompetensi;

d.    Jumlah guru PNS hampir mencukupi  kebutuhan;

e.     Beberapa guru memiliki keterampilan khusus yang dapat ditransfer ke siswa;

f.     Beberapa guru memiliki pemahaman yang baik tentang sistem jaringan informasi;

g.     Semua guru telah memiliki dokumen kurikulum sekolah (KTSP);

h.    Semangat guru dan tenaga tata usaha untuk berperan serta dalam kegiatan sekolah cukup tinggi;

i.      Pegawai tata usaha secara kuantitatif telah mencukupi;

j.      Daya dukung orang tua siswa dan komite sekolah cukup baik;

k.    Kesiapan daya dukung pemerintah cukup baik

l.      Standar nasional pendidikan telah tersedia;

m.  Panduan penyusunan kurikulum telah tersedia;

n.    Kurikulum KTSP memungkinkan untuk diterapkannya BBE-Life Skills;

o.    Kurikulum muatan local telah tersedia;

p.    Sekolah telah memiliki visi, misi, dan strategi yang visioner;

q.    Letak sekolah sangat strategis mudah dijangkau dari segala arah;

r.      Sarana ruang kelas dan laboratorium untuk kebutuhan minimal telah tersedia;

s.     Telah tersedia masjid sekolah;

t.      Beberapa sarana seperti koperasi  siswa, kantin dan jenis organisasi siswa telah terbentuk;

u.    Input siswa cukup baik;

v.    Kegiatan belajar di kelas sudah berjalan baik;

w.   Beberapa jenis kegiatan ekstrakurikuler telah berjalan;

x.    Telah dibangun kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan terkait;

y.    Lingkungan sekitar sekolah cukup mendukung;

z.     Warga sekolah umumnya memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya mutu.

 

2.      Weaknesses/Kelemahan

Berbagai kelemahan yang harus diperbaiki yakni :

a.       Beberapa guru kompetensinya masih rendah;

b.      Pemahaman guru terhadap kurikulum sekolah (KTSP) masih kurang memadai;

c.       Banyak guru yang belum bisa mengoperasikan komputer;

d.      Peran guru BK belum berfungsi secara maksimal;

e.       Beberapa mata pelajaran masih kekurangan guru;

f.       Kemampuan khusus guru belum termanfaatkan ;

g.       Ajakan guru kepada siswa untuk melaksanakan kewajiban agama belum terkondisikan dengan baik;

h.      Luas lahan sekolah sangat sempit hanya 2550 meter persegi.

i.        Hanya memiliki 9 ruang kelas dengan 18 rombongan belajar;

j.        Belum memiliki perpustakaan yang memadai;

k.      Belum memiliki lab komputer yang memadai;

l.        Laboratorium fisika, kimia, dan biologi masih bersatu dalam satu ruangan;

m.    Belum memiliki ruangan guru yang memadai;

n.      WC guru dan siswa belum memadai;

o.      Kondisi atap, langit-langit, dan lantai papan gedung banyak yang rapuh;

p.      Ketersediaan computer siswa, tata usaha, dan guru belum memadai;

q.      Lahan terbuka untuk belajar sekolah kurang jelas;

r.        Belum memiliki laboratorium bahasa;

s.       Lahan parkir yang terbatas;

t.        Penghijauan masih kurang dan lingkungan sekolah belum tertata rapih;

u.      Belum memiliki ruangan IT sebagai pusat sumber belajar;

v.      Belum memiliki ruangan untuk penjaga sekolah;

w.     Kualitas dan kuantitas sarana yang ada masih belum mencukupi untuk kebutuhan maksimal pelaksanaan pembelajaran;

x.      Keterlaksanaan kurikulum masih rendah;

y.      Pemberdayaan lingkungan sekolah belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan belajar;

z.       Pembinaan kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan masih rendah;

aa.   Sistem pelaksanaan ekstrakurikuler masih kurang tepat, seolah-olah hanya sekedar ada;

bb.  Pelaksanaan kegiatan organisasi siswa masih berpusat pada guru;

cc.   Kegiatan lomba dan kompetisi masih kurang dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai kompetitif;

dd.  Pembelajaran yang ada kurang memperhatikan aspek-aspek pemahaman lingkungan;

ee.   Relasi-relasi yang dapat mendukung kegiatan belajar belum termanfaatkan;

ff.    Partisipasi guru dalam kegiatan sekolah masih rendah;

gg.   Belum tersedia unit penjamin mutu;

 

3.      Peluang

Peluang yang tersedia untuk mencapai tujuan dan untuk mengatasi berbagai masalah yaitu :  

a.       Mengikutsertakan guru dan tenaga TU ke berbagai kegiatan MGMP (untuk guru), work shop, seminar, pelatihan, kunjungan ilmiah, dan lain-lain di berbagai tempat dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan tenaga TU.

b.      Meningkatkan peran serta guru dan tenaga TU dalam berbagai kegiatan di sekolah dan di luar sekolah untuk memperoleh pengalaman belajar yang berdampak pada peningkatan kompetensi guru.

c.       Memanfaatkan bea siswa dan kemampuan guru untuk melanjutkan kuliah ke jenjang S2.

d.      Memanfaatkan internet sebagai pusat informasi dan pusat sumber belajar dalam rangka meningkatkan pengetahuan guru tentang kurikulum, metode pembelajaran dsb.

e.        Memanfaatkan program pemerintah tentang KTSP dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap dan meningkatkan kemampuan untuk menyusun kurikulum sekolah.

f.       Menjadikan pengawas dan orang lain yang berkompeten sebagai nara sumber dalam berbagai kegiatan di sekolah dalam rangka peningkatan mutu SDM.

g.       Memanfaatkan supervisi kelas dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja guru.  

h.      Meningkatkan intake siswa (kualitas input siswa) melalui pencitraan sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler yang terpublikasi melalui berbagai pertemuan atau melalui media masa harian daerah.

i.        Meningkatkan peran serta orang tua siswa dalam pengembangan dan pembangunan sekolah.

j.        Memanfaatkan dan menjemput bantuan pemerintah untuk membangun sekolah, membangun SDM, dan melengkapi kebutuhan alat dan bahan belajar.

k.      Memanfaatkan perjanjian dengan pihak-pihak terkait untuk tentang penggunaan bangunan SMA Negeri 2 di jalan Mantarena.

l.        Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka menyediakan sarana dan prasarana kegiatan belajar dan untuk mengembangkan minat dan bakat peserta didik (lapangan bola, lapangan basket, bulutangkis, futsal, alat-alat pembelajaran , masjid, gedung pertemuan, tempat penelitian, kebun percobaan, sanggar seni, lembaga kesehatan, sanggar drum band, padepokan bela diri, dll.)

m.    Memanfaatkan pelatih-pelatih professional dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi  untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

n.      Memanfaatkan minat, bakat, dan waktu luang siswa  untuk membangun karakter melalui kegiaan ekstrakurikuler.

o.      Memanfaatkan orang tua siswa, lembaga bimbingan belajar, dan perguruan tinggi sebagai guru tamu untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

p.      Memanfaatkan bea siswa dan keringanan biaya kuliah untuk meningkatkan jumlah siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

q.      Memanfaatkan berbagai kompetisi dan seleksi di luar sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa.

r.        Mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan kesiswaan di luar sekolah dalam rangka membangun jiwa kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan

s.       Menjalin kerjasama dengan depnaker dan dunia usaha untuk membantu kegiatan kesiswaan dan menyalurkan tenaga kerja.

 

4.      Ancaman

Ancaman yang dapat menghambat pencapaian tujuan diantaranya:

a.      Arus informasi global yang terlarang melalui teknologi komunikasi;

b.     Maraknya peredaran barang-barang terlarang dari jenis obat-obatan, makanan, minuman, pakaian, gambar, film dll.

c.      Pergaulan bebas dan kemiskinan;

d.     Pemahaman yang rendah dari sebagian masyarakat tentang pendidikan;

e.      Gangguan dari sekolah yang lebih maju maupun yang terbelakang;

f.      Lemahnya penegakan disiplin berlalulintas dan kemacetan arus lalulintas;

g.      Konflik orang tua siswa yang cenderung meningkat;

h.     Sistem rekruitmen dan pembinaan guru dan tenaga tata usaha;

Rendahnya komitmen sebagian pihak terhadap peningkatan mutu pendidikan;